Posts

Showing posts from October, 2025

Intervensi Pola Pikir: Strategi Guru Membentuk Siswa Tangguh dan Tidak Mudah Menyerah

Image
Intervensi Pola Pikir (Sumber: Image AI) Pernahkah Anda melihat murid yang langsung menyerah ketika menghadapi soal sulit? Sebagai guru, kita tentu ingin menumbuhkan semangat pantang menyerah dalam diri mereka. Salah satu cara ilmiah yang terbukti efektif adalah melalui Intervensi Pola Pikir (IPP), hasil riset dari Universitas Stanford yang kini banyak diterapkan di dunia pendidikan modern. Universitas Stanford melalui pusat riset terapan The Project for Education Research That Scales (PERTS), yang dipimpin oleh Prof. Carol S. Dweck, mengembangkan sebuah program yang disebut Intervensi Pola Pikir (IPP). Program ini dirancang untuk membantu siswa memahami bahwa tantangan dan kesulitan adalah bagian dari proses belajar, bukan tanda kelemahan atau kegagalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan IPP memiliki prestasi akademik lebih tinggi dibanding mereka yang tidak mendapat intervensi serupa. Hal ini terjadi karena IPP membentuk growth mindset atau pola pikir be...

Dari Pola Pikir Tetap ke Pola Pikir Bertumbuh: Menjadi Guru yang Menyalakan Semangat Belajar Murid

Image
Menjadi Guru yang Menyalakan Semangat Belajar Murid (Sumber: Whisk) Perubahan cara berpikir dimulai dari keberanian untuk melihat diri sendiri secara jujur. Di ruang kelas, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga penyalur energi yang menentukan apakah murid berani mencoba atau takut gagal. Inilah saatnya kita bergerak dari Pola Pikir Tetap (PPT) menuju Pola Pikir Bertumbuh (PPB), dari takut gagal menjadi berani belajar.   Dalam konsep pembelajaran mendalam (deep learning), guru berperan bukan lagi sebagai pusat pengetahuan, melainkan sebagai activator, collaborator, dan builder learning culture. Tiga peran ini menuntut guru untuk menyalakan rasa ingin tahu murid, membangun kolaborasi, serta menciptakan budaya belajar yang penuh semangat dan keberanian untuk tumbuh. Namun, semua itu sulit dilakukan jika guru masih terjebak dalam Pola Pikir Tetap cara berpikir yang menganggap kecerdasan dan kemampuan bersifat permanen. Untuk itu, Prof. Carol S. Dweck dari Stanford University m...

Pola Pikir Bertumbuh: Kunci Mengubah Cara Kita Melihat Kegagalan dan Kesuksesan

Image
Pola Pikir Bertumbuh (Sumber: Image AI) Pernahkah Anda merasa gagal lalu berpikir bahwa Anda memang tidak berbakat? Jika iya, mungkin saatnya Anda mengenal konsep Growth Mindset atau Pola Pikir Bertumbuh adalah cara berpikir yang bisa mengubah kegagalan menjadi bahan bakar untuk berkembang. Konsep Pola Pikir Bertumbuh pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Carol S. Dweck, seorang profesor psikologi dari Universitas Stanford. Dalam bukunya Mindset: The New Psychology of Success , ia menjelaskan dua jenis pola pikir manusia: Pola Pikir Tetap (Fixed Mindset) dan Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset). Pola Pikir Tetap (PPT) adalah keyakinan bahwa kecerdasan dan kemampuan seseorang bersifat bawaan dan tidak bisa diubah. Pola Pikir Bertumbuh (PPB) sebaliknya, meyakini bahwa kemampuan bisa dikembangkan melalui belajar, usaha, dan ketekunan. Dweck menguji perbedaan keduanya dalam lima aspek penting kehidupan: tantangan, hambatan, usaha, kritik, dan sukses orang lain. ...

Mengapa Pola Pikir Lebih Penting dari Keterampilan?

Image
Kunci Menuju Kesuksesan (Image AI) Pernahkah Anda bertanya, mengapa ada orang yang tampak biasa saja tetapi mampu melampaui ekspektasi dan mencapai kesuksesan luar biasa? Jawabannya sering kali bukan pada seberapa banyak keterampilan yang mereka miliki, melainkan bagaimana mereka berpikir . Inilah kekuatan mindset , atau pola pikir — fondasi dari setiap keberhasilan manusia. Ungkapan “Mindset is Everything” bukanlah sekadar kalimat motivasi kosong. Pola pikir adalah lensa yang kita gunakan untuk melihat dunia, menafsirkan peristiwa, dan mengambil keputusan. Tanpa pola pikir yang tepat, keterampilan sehebat apa pun tak akan bermakna. Dalam pelatihan BCKS Tahun 2025 , modul Penguatan Kompetensi Kepribadian Kepala Sekolah menjelaskan tiga komponen penting dalam diri seorang pemimpin pembelajar: Mindset , Skillset , dan Toolset . Mindset (Pola Pikir) Adalah cara seseorang melihat dan menafsirkan peristiwa — how to see and how to think. Mindset membantu memperluas wawasan dan membuk...

Santri Digital: Dari Pesantren ke Panggung Dunia

Image
Santri Digital Peringatan Hari Santri 2025 dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” mengajak kita menengok masa depan. Jika dahulu santri berjuang dengan bambu runcing dan doa yang mengguncang langit, maka santri masa kini berjuang dengan pena, pikiran, dan jari-jemari yang menari di dunia digital. Dunia telah berubah, dan pesantren pun ikut bertransformasi. Kini, pesantren bukan lagi tempat yang identik dengan kehidupan sederhana dan terpencil. Banyak pesantren mulai mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar. Santri tidak hanya membaca kitab kuning, tetapi juga belajar coding , desain grafis, komunikasi digital, bahkan kewirausahaan berbasis syariah. Transformasi ini bukan sekadar adaptasi, melainkan langkah strategis untuk memastikan nilai-nilai Islam tetap relevan di tengah gelombang globalisasi.  Santri yang melek digital bukan berarti kehilangan identitas; sebaliknya, mereka memperluas dakwah dengan cara yang lebih cerdas, kreatif, dan ...

Hari Santri 2025: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia

Image
Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional merupakan sebuah momentum yang bukan hanya sekadar upacara atau seremonial belaka, tetapi juga ajakan untuk merenungi jejak sejarah dan menyalakan kembali semangat perjuangan para santri bagi negeri ini. Tahun 2025, Kementerian Agama RI mengangkat tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, sebuah kalimat yang sarat makna dan menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan bangsa. Jejak Sejarah yang Tak Pernah Padam Hari Santri tak bisa dilepaskan dari peristiwa besar yang mengguncang jiwa bangsa pada 22 Oktober 1945. Di tengah ancaman kembalinya pasukan sekutu, pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, mengeluarkan Resolusi Jihad yang merupakan sebuah seruan suci yang menegaskan bahwa membela tanah air dari penjajahan adalah kewajiban setiap umat Islam. Fatwa itu menjadi api penyulut semangat perjuangan...

Konflik di Gerbang Sekolah: Ketika Aturan Ketat Rokok Bertemu Dilema Disiplin Positif

Image
Lingkungan sekolah seharusnya menjadi zona aman dan steril, terutama dari bahaya rokok. Di Indonesia, payung hukum untuk menjamin hal ini sudah kokoh berdiri, yaitu melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Lingkungan Sekolah. Secara fundamental, peraturan ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih, sehat, dan bebas asap, melindungi seluruh warga sekolah—mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan, hingga Peserta Didik dan Pihak Lain—dari paparan tembakau. Permendikbud 64/2015 membangun benteng pertahanan total terhadap rokok di seluruh jenjang pendidikan. Poin-poin pentingnya mencakup: Larangan Utama: Seluruh sasaran KTR dilarang keras merokok, memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan rokok di lingkungan sekolah. Kewajiban Lembaga: Sekolah wajib memasukkan larangan rokok dalam tata tertib, melarang penjualan rokok, serta melarang keras pemasangan iklan rokok. Pe...

Kabar Gembira! Kemdikbud Buka Lagi Bimtek Literasi Angkatan 3: Kuota Terbatas, Segera Daftar Sekarang!

Image
Jakarta, 14 Oktober 2025 — Kabar baik kembali datang untuk para guru di seluruh Indonesia! Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru resmi membuka pendaftaran Bimbingan Teknis (Bimtek) Daring Literasi Angkatan 3 . Setelah dua angkatan sebelumnya menuai antusiasme luar biasa dari ribuan guru SD dan SMP, kini kesempatan kembali dibuka bagi 2.000 peserta terpilih untuk mengikuti pelatihan bergengsi bertema “Penguatan Literasi dan Pembelajaran Mendalam Melalui Lokakarya Membaca.” Program ini bertujuan untuk memperkuat strategi pembelajaran literasi di sekolah agar lebih kreatif, kritis, dan kontekstual. Melalui pelatihan daring ini, para guru akan belajar bagaimana menumbuhkan budaya membaca dan berpikir mendalam di kelas dengan pendekatan yang menyenangkan dan inspiratif. 📅 Jadwal Penting yang Harus Diperhatikan: Pendaftaran: 22 – 31 Oktober 2025 Melalui laman resmi: https://belajar.gtk.dikdasmen.go.id/se...

Kemendikdasmen Himbau Daerah Segera Tuntaskan Penugasan Plt Kepala Sekolah Sebelum Akhir 2025

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTK) mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Indonesia untuk segera menyelesaikan penugasan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah sebelum akhir tahun 2025. Himbauan tersebut tertuang dalam surat bernomor 1615/B3/GT.03.00/2025 tertanggal 25 September 2025 , yang ditandatangani oleh Dr. Iwan Junaedi, M.Pd , selaku Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan. Surat ini menindaklanjuti terbitnya Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 , khususnya Pasal 32 ayat (3), yang mengatur mekanisme penugasan dan pengangkatan kepala sekolah. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa guru ASN dapat ditugaskan sebagai Plt Kepala Sekolah apabila pemerintah daerah belum memiliki calon kepala sekolah bersertifikat pelatihan. Namun, penugasan tersebut hanya berlaku untuk satu periode . Guru bersangkutan baru dapat d...

Guru Ikuti Bimtek Literasi GTK Dikdasmen 2025

Image
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) kembali menghadirkan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi bagi guru SD dan SMP pada tahun 2025. Program ini dilaksanakan secara daring sehingga dapat diakses oleh seluruh guru di Indonesia. Bimtek Literasi 2025 bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan literasi dengan pendekatan yang kreatif, kritis, inovatif, dan kolaboratif . Dengan penguatan strategi pembelajaran literasi, diharapkan siswa mampu memiliki keterampilan membaca, berpikir kritis, serta mengekspresikan diri secara efektif sebagai bekal menghadapi masa depan. Modul dan Kegiatan Bimtek Bimtek Literasi terdiri dari lima modul pembelajaran yang dapat diikuti secara mandiri maupun melalui sesi webinar bersama narasumber berpengalaman: Literasi melalui pembelajaran mendalam Lokakarya membaca Literasi di kelas awal Membaca teks nonfiksi Membaca teks fiksi Selain modul utama, peserta juga akan mendapatka...