Showing posts with label SD Inpres Raja Basar. Show all posts
Showing posts with label SD Inpres Raja Basar. Show all posts

Wednesday, June 3, 2026

Membanggakan! Tiga Sekolah dari Parigi Moutong Terpilih Mengikuti Pendampingan Praktik Baik G7KAIH Tingkat Provinsi

Pendampingan Praktik Baik G7KAIH (Sumber Foto: Firman, S.Pd)

berandaguru.com – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Penyusunan Praktik Baik Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) pada tanggal 2–4 Juni 2026 di Kantor BPMP Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya reflektif dan inovatif di lingkungan sekolah melalui penguatan karakter peserta didik. Melalui pendampingan tersebut, para kepala sekolah dan guru pendamping diharapkan mampu mendokumentasikan serta menyusun praktik-praktik baik yang telah diterapkan di sekolah masing-masing dalam mendukung implementasi G7KAIH.

Sebanyak 45 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah mengikuti kegiatan ini. Para peserta berasal dari sekolah-sekolah yang dinilai telah menunjukkan komitmen dalam pelaksanaan program penguatan karakter di satuan pendidikan.

Khusus dari Kabupaten Parigi Moutong, terdapat tiga sekolah yang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut, yaitu SD Inpres 1 Inti Bantaya, SD Inpres Raja Basar, dan SDN 3 Parigi. Kehadiran perwakilan sekolah dari berbagai daerah diharapkan dapat memperkaya pertukaran pengalaman dan praktik baik yang telah berhasil diterapkan.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari kebijakan penguatan karakter, program Sahabat Sekolah Dasar (SSD), orientasi konsep praktik baik, identifikasi potensi sekolah, penyusunan storyboard, hingga teknik presentasi dan wawancara lomba. Peserta juga memperoleh penguatan mengenai media pendukung yang dapat digunakan untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan praktik baik di sekolah.

Selain mengikuti sesi pendampingan, peserta diwajibkan menyiapkan video terkait implementasi G7KAIH di sekolah masing-masing. Video tersebut nantinya akan diikutsertakan dalam program Sahabat Sekolah Dasar (SSD) sebagai sarana berbagi inspirasi dan inovasi antar satuan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, BPMP Provinsi Sulawesi Tengah berharap semakin banyak sekolah yang mampu mengembangkan budaya positif dan memperkuat karakter peserta didik secara berkelanjutan. Dokumentasi praktik baik yang dihasilkan juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah lain dalam mengimplementasikan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat secara efektif dan inovatif.

Kegiatan pendampingan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung transformasi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik sebagai generasi Indonesia yang berintegritas, mandiri, disiplin, dan berdaya saing.

Sumber: Surat Undangan BPMP Provinsi Sulawesi Tengah Nomor 0620/B/C6.28/DM.00.02/2026 tanggal 19 Mei 2026. 

Tuesday, June 2, 2026

Penetapan Kelulusan SD Inpres Raja Basar Berlangsung Haru, Sempat Diwarnai Tangis dan Kepanikan, Seluruh Siswa Akhirnya Lulus 100 Persen

Penetapan Kelulusan Kelas 6

Raja Basar, 2 Juni 2026 – Penetapan kelulusan peserta didik kelas VI tahun ajaran 2025/2026 yang dilaksanakan secara serentak pada Selasa (2/6/2026) menghadirkan suasana berbeda di SD Inpres Raja Basar. Jika pada tahun-tahun sebelumnya hasil kelulusan diumumkan melalui papan pengumuman sekolah atau dibagikan dalam amplop tertutup, tahun ini sekolah menerapkan sistem pengecekan kelulusan secara daring (online).

Para siswa dan orang tua dapat mengakses hasil kelulusan melalui laman khusus yang disematkan pada website Beranda Guru. Inovasi ini menjadi pengalaman baru bagi seluruh peserta didik yang menanti hasil perjuangan mereka selama enam tahun menempuh pendidikan di sekolah dasar.

Sejak pagi hari, suasana di lingkungan sekolah dipenuhi rasa penasaran dan harap-harap cemas. Satu per satu siswa membuka laman pengecekan kelulusan menggunakan telepon genggam masing-masing. Berbagai ekspresi pun terlihat. Ada siswa yang tersenyum bahagia setelah melihat hasil yang ditampilkan, namun tidak sedikit pula yang tampak menangis histeris karena mengira dirinya tidak lulus.

Kondisi semakin menegangkan ketika beberapa siswa yang selama ini dikenal berprestasi di kelas justru mendapati hasil yang menunjukkan tidak lulus. Hal tersebut menimbulkan kebingungan di kalangan siswa maupun orang tua. Di sisi lain, beberapa siswa lain yang melihat hasil berbeda tampak lega dan bersyukur.

Situasi sempat menjadi perbincangan hangat di lingkungan sekolah. Banyak pihak merasa heran karena hasil yang muncul tidak sesuai dengan rekam jejak akademik sejumlah siswa yang selama ini menunjukkan prestasi baik di kelas.

Setelah dilakukan pengecekan ulang oleh pihak sekolah, diketahui bahwa terjadi kendala teknis pada proses penampilan data hasil kelulusan. Tim sekolah kemudian segera melakukan verifikasi dan pembaruan data sehingga hasil yang ditampilkan sesuai dengan keputusan resmi satuan pendidikan.

Kabar baik pun akhirnya datang. Setelah seluruh data diverifikasi kembali, seluruh peserta didik kelas VI SD Inpres Raja Basar dinyatakan lulus 100 persen.

Suasana yang sebelumnya dipenuhi kecemasan berubah menjadi kegembiraan. Tangis haru berganti senyum bahagia. Para siswa saling mengucapkan selamat kepada teman-temannya, sementara para orang tua mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang telah diperoleh anak-anak mereka.

Kepala SD Inpres Raja Basar, Suhurin, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan perjuangan mereka selama menempuh pendidikan di sekolah dasar.

Sementara itu, wali kelas VI, Mista, S.Pd, mengaku bangga atas capaian seluruh peserta didiknya. Ia berharap para siswa tetap semangat belajar dan menjaga karakter positif yang telah dibangun selama berada di SD Inpres Raja Basar.

Pada tahun ajaran 2025/2026, jumlah peserta didik kelas VI SD Inpres Raja Basar yang mengikuti penetapan kelulusan sebanyak 50 siswa. Dengan hasil kelulusan mencapai 100 persen, sekolah mencatatkan prestasi yang membanggakan sekaligus menandai suksesnya pelaksanaan pengumuman kelulusan berbasis digital untuk pertama kalinya.

Penerapan sistem pengecekan hasil kelulusan secara online ini juga menjadi langkah sekolah dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan layanan pendidikan yang lebih efektif, cepat, dan mudah diakses oleh peserta didik maupun orang tua.