Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa dalam dunia pendidikan. Bukan sekadar bulan ibadah, Ramadhan adalah ruang pembelajaran karakter yang sangat kuat—tentang kedisiplinan, kepedulian sosial, pengendalian diri, serta pembentukan akhlak mulia.
Di tengah suasana penuh berkah ini, sekolah memiliki peran strategis untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh aspek spiritual, moral, dan sosial peserta didik secara lebih intensif dan terarah.
Berangkat dari semangat tersebut, SD Inpres 2 Gio menyelenggarakan Pesantren Ramadhan dan Syiar Syair Ramadhan yang dirancang secara inovatif dan inklusif, selaras dengan visi sekolah:
“Menuju Sekolah yang Inovatif dan Inklusif”
yang dirangkum dalam motto kebanggaan sekolah:
INSPIRASI (Inovatif, Inklusif, Potensial, Religius, Aktif, Sinergi, Inspiratif).
Mengapa Pesantren Ramadhan Penting di Sekolah Dasar?
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai religius sejak dini. Pada usia sekolah dasar, anak-anak berada pada fase emas pembentukan karakter. Kebiasaan yang dibangun hari ini akan menjadi fondasi kepribadian mereka di masa depan.
Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan, peserta didik tidak hanya belajar teori agama, tetapi juga:
-
Membiasakan praktik ibadah secara benar.
-
Melatih kedisiplinan waktu.
-
Mengembangkan empati dan kepedulian sosial.
-
Menumbuhkan sikap toleransi dalam keberagaman.
Kegiatan ini juga mengacu pada Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong Nomor 400.3.5.3/336/DISDIKBUD tanggal 11 Februari 2026 tentang Penyampaian Kegiatan Pembelajaran di Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, serta selaras dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Sekolah Inklusif: Semua Siswa Tetap Terlayani
Sebagai sekolah yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas, kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik Muslim.
Siswa Muslim mengikuti rangkaian Pesantren Ramadhan, sedangkan siswa non-Muslim mengikuti Bimbingan Rohani dan Keagamaan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Dengan demikian, seluruh peserta didik tetap mendapatkan pembinaan spiritual secara bermakna, tanpa meninggalkan nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni dalam keberagaman.
Nilai-nilai universal yang ditekankan dalam seluruh kegiatan meliputi:
-
Kebersihan
-
Kedisiplinan
-
Kepedulian sosial
-
Toleransi
-
Akhlak mulia
Inilah wujud nyata pendidikan yang inklusif dan humanis.
Tujuan Kegiatan: Membentuk Generasi Berkarakter dan Menginspirasi
Tujuan Umum
Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, membentuk karakter religius dan berakhlak mulia, serta menumbuhkan sikap toleran dalam keberagaman melalui pembinaan spiritual yang terarah, inovatif, dan inklusif.
Tujuan Khusus
Kegiatan ini dirancang untuk:
-
Membimbing peserta didik memahami tata cara bersuci dan ibadah utama sesuai ajaran agama masing-masing.
-
Menanamkan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah dan aktivitas harian.
-
Menguatkan pengendalian diri melalui puasa dan refleksi rohani.
-
Membiasakan interaksi dengan kitab suci sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
-
Menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi.
-
Membentuk karakter jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
-
Menanamkan nilai hidup rukun dalam keberagaman.
-
Mengembangkan potensi peserta didik di bidang keagamaan dan kreativitas.
-
Menguatkan sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua.
Tema Kegiatan
“Ramadhan Menguatkan Karakter, INSPIRASI dalam Iman dan Prestasi”
Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah gerak seluruh rangkaian kegiatan.
Bentuk Kegiatan Pesantren Ramadhan
1️⃣ Rangkaian Materi untuk Siswa Muslim
Materi disusun secara sistematis dan berjenjang, meliputi:
-
Taharah (Bersuci)
-
Ibadah Utama (Shalat)
-
Doa dan Dzikir
-
Puasa Ramadhan
-
Zakat dan Sedekah
-
Interaksi dengan Al-Qur’an
-
Pembentukan Akhlak
-
Sejarah Islam
-
Islam sebagai Rahmat bagi Semua
Materi tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga praktik langsung, diskusi, serta refleksi sederhana yang mudah dipahami anak-anak.
2️⃣ Syiar Syair Ramadhan (Lomba Keagamaan)
Untuk mengembangkan potensi dan keberanian siswa, diselenggarakan berbagai lomba bernuansa religius, seperti:
-
Pildacil (Pemilihan Dai Cilik)
-
Menghafal Asmaul Husna
-
Lagu Religi Islami
-
Lomba Hafalan Doa
-
Berbalas Pantun Ramadhan
-
Cerita Nabi
Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa.
3️⃣ Rangkaian Bimbingan Rohani untuk Siswa Non-Muslim
Peserta didik non-Muslim tetap mendapatkan pembinaan rohani melalui materi yang relevan dengan ajaran masing-masing, seperti:
-
Makna kebersihan dalam ajaran agama.
-
Ibadah utama dan kedisiplinan rohani.
-
Doa dan refleksi spiritual.
-
Pengendalian diri dan pembinaan karakter.
-
Kepedulian sosial dan kegiatan berbagi.
-
Membaca nilai moral dari kitab suci.
-
Keteladanan tokoh agama.
-
Hidup rukun dalam keberagaman.
Dengan pendekatan ini, seluruh siswa tetap merasa dihargai, diperhatikan, dan dibimbing secara adil.
Harapan Besar dari Kegiatan Ini
Melalui Pesantren Ramadhan dan Bimbingan Rohani Inklusif, SD Inpres 2 Gio berharap lahir generasi yang:
-
Religius namun tetap toleran.
-
Disiplin namun tetap rendah hati.
-
Berprestasi namun tetap berakhlak mulia.
-
Mampu hidup rukun dalam keberagaman.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang membentuk jiwa yang kuat, hati yang bersih, dan karakter yang kokoh.
Semoga kegiatan ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar—mewujudkan generasi INSPIRASI yang benar-benar inovatif, inklusif, religius, dan menginspirasi.
Karena sejatinya, pendidikan terbaik bukan hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menguatkan iman dan membentuk karakter.

0 komentar:
Post a Comment