![]() |
| Peringatan Isra Mi'raj di SD Inpres 2 Gio |
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum penting dalam pendidikan karakter di sekolah. Momen spiritual ini tidak hanya diperingati sebagai peristiwa sejarah keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, dan akhlak mulia bagi peserta didik. Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan Peringatan Isra Mi’raj yang dilaksanakan di SD Inpres 2 Gio, Kecamatan Moutong.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Sejak awal acara, suasana khidmat dan tertib sudah terasa. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, sebagai bentuk pembelajaran langsung dalam menghayati nilai-nilai keagamaan.
Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Maslin, S.Pd, selaku Pengawas Pembina Wilayah 2 SD Kecamatan Moutong. Kehadiran beliau menjadi wujud dukungan terhadap upaya sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter religius melalui kegiatan keagamaan. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang bernilai edukatif dan membangun kepribadian siswa.
Puncak kegiatan diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Bapak Irton, Penghulu pada KUA Kecamatan Taopa. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan makna Isra Mi’raj sebagai peristiwa penting yang mengajarkan umat Islam tentang kewajiban salat, keteguhan iman, serta pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian yang sederhana dan komunikatif membuat materi mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Tidak hanya itu, kegiatan semakin semarak dengan penampilan kesenian dari perwakilan siswa. Berbagai penampilan bernuansa Islami ditampilkan sebagai bentuk ekspresi bakat dan kreativitas siswa. Selain melatih kepercayaan diri, penampilan ini juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan dalam suasana religius.
Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, SD Inpres 2 Gio berharap nilai-nilai spiritual yang disampaikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi dapat tertanam dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari siswa. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung pendidikan yang seimbang antara pengetahuan, karakter, dan keimanan, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional.
Artikel ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus menghadirkan kegiatan keagamaan yang bermakna, relevan, dan mendidik, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat.

0 komentar:
Post a Comment