Target Performa atau Target Pembelajaran? Arah Kelas Menentukan Cara Murid Bertumbuh
![]() |
| Arah Kelas Menentukan Cara Murid Bertumbuh (Sumber Gambar : Whisk) |
![]() |
| Arah Kelas Menentukan Cara Murid Bertumbuh (Sumber Gambar : Whisk) |
![]() |
| The Power of YET |
![]() |
| Belajar dari Kesalahan (Sumber Gambar: Whisk) |
“Ani punya 12 permen, dibagikan sama rata kepada 4 teman. Bagaimana caramu mengetahui jumlah permen tiap anak?”
“Menurut kalian, kenapa es yang diletakkan di meja lama-lama hilang?”
Murid akan menjawab beragam—ada yang bilang karena panas, ada yang menyebut “habis”, bahkan ada yang menjawab karena “diminum udara”. Dari jawaban-jawaban itulah guru kemudian mengarahkan, meluruskan, dan memperkuat konsep secara ilmiah.
.jpeg)
Pujian Menentukan Masa Depan (Sumber: Whisk)
Di sekolah, guru sering memberi pujian sebagai bentuk penghargaan kepada murid. Namun, penelitian Prof. Carol Dweck menunjukkan bahwa jenis pujian yang diberikan ternyata berpengaruh besar terhadap pola pikir (mindset) murid.
Dalam artikel How Not to Talk to Your Kid (Bronson, 2007), Dweck melakukan percobaan pada 400 murid kelas 5 di New York. Semua murid diberi tes sederhana. Setelah tes pertama, mereka diberikan dua jenis pujian:
Ketika diberikan pilihan tes kedua antara soal mudah dan soal jauh lebih sulit, hasilnya mengejutkan:
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pujian Pribadi mendorong terbentuknya Pola Pikir Tetap (PPT), sedangkan Pujian Proses menumbuhkan Pola Pikir Bertumbuh (PPB).
Berikut perbandingan yang sering muncul dalam keseharian guru:
Pujian Pribadi (kurang tepat) | Pujian Proses (tepat) |
“Kamu memang berbakat dalam Matematika.” | “Kamu butuh materi yang menantang otakmu.” |
“Kamu pintar sekali.” | “Kamu menggunakan strategi yang baik untuk menjawab soal ini.” |
“Kamu anak yang baik.” | “Usaha yang kamu tunjukkan patut diapresiasi.” |
“Wow, kamu seniman luar biasa!” | “Latihan melukismu terlihat dari hasil karyamu.” |
“Kamu terlahir menjadi penulis.” | “Pilihan kata-katamu menunjukkan proses belajar yang baik.” |
Dari contoh tersebut terlihat jelas bahwa Pujian Proses fokus pada usaha, strategi, ketekunan, dan perkembangan, sementara Pujian Pribadi fokus pada identitas yang dianggap bawaan sejak lahir.
Sebagai guru, kita bukan hanya mengajar materi pelajaran. Kita sedang menanamkan cara berpikir yang akan mereka bawa sepanjang hidup. Pujian sederhana mungkin hanya beberapa detik di telinga murid, tetapi efeknya bisa bertahun-tahun dalam membentuk karakter dan keberanian mereka menghadapi dunia.
Ajaklah murid-murid kita untuk mencintai proses. Sebab proses adalah ruang tempat mereka bertumbuh, belajar, dan menemukan kekuatan diri.